Monday, June 18, 2007

Wacana Calon Independen dalam Pilkada

Akhir-akhir ini di media massa Indonesia lagi ramai2nya memberitakan persiapan pilkada, terutama Pilkada DKI yang akan berlangsung September mendatang. Banyak sekali manuver2 yang dilakukan berbagai elit partai politik untuk meloloskan calonnya. Terkesan bahwa PKS yang mencalonkan pasangan Adang-Dani akan `dikeroyok` oleh koalisi partai2 besar macam PDIP, Golkar, dan PKB yang mencalonkan pasangan Fauzi-Prijanto. Sementara itu wacana untuk menyertakan calon independen belum dapat lampu hijau dari KPUD setempat.

Sebenarnya akan sangat menarik kalau saja calon independen bisa diikutsertakan dalam setiap pilkada atau bahkan pilpres. Seperti kita ketahui bahwa Gubernur NAD yang saat ini memegang jabatan berasal dari calon independen waktu pemilihannya. Hal ini membuktikan bahwa kepercayaan rakyat Aceh terhadap partai politik sudah mulai luntur. Kita tahu juga bahwa calon yang diusung oleh partai itu sulit sekali lepas dari apa yang namanya politik uang. Oleh karena itu kenapa sampai saat ini semakin banyak rakyat yang apatis terhadap pilkada ini, sehingga kemungkinan jumlah yang akan golput besar sekali.

Rakyat saat ini sudah bosan dan kurang percaya lagi dengan janji2 atau mulut manis saat kampanye. Mereka sudah kapok dengan kondisi yang ada dimana kenaikan harga bahan pokok dan kemiskinan masih meningkat dimana2, walaupun mereka sudah memilih pemimpin dan wakil rakyat yang dulu saat kampaye berjanji akan mensejahterakan rakyat. Tapi apa yang akhirnya terjadi....rakyat makin miskin....sementara para pejabat dan wakil rakyat makin kaya.

Untuk itu sudah sewajarnya jika calon idependen dalam pilkada dan pilpres menjadi agenda penting nasional untuk memperbaiki citra demokrasi di negeri ini. Kalau tidak...sampai kapan pun rakyat akan tetap berpandangan bahwa politik itu ujung2nya kekuasaan dan uang.....

Kumamoto, 18 Juni 2007

Nur H.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home