Sunday, October 15, 2006

Penjahat Berpistol


Membaca berita kejahatan di tanah air kita akhir2 ini yang makin marak (mengingat Lebaran semakin mendekat), membuat saya sangat prihatin. Terutama trend saat ini dimana banyak (kelompok) perampok yang membawa senjata api (pistol) dan tidak segan2 menembak korbannya jika berani melawan atau tidak mau menyerahkan harta bendanya (uang). Selain itu juga terdapat beberapa berita pembunuhan terhadap wanita (ibu rumah tangga) yang belum jelas motif dan pelakunya.

Fokus saya kali ini adalah tentang senjata (pistol) yang dimiliki oleh pelaku (perampok). Apakah ini senjata rakitan atau memang senjata beneran tapi hasil dari perdagangan gelap. Dari peluru yang ditembakkan mestinya polisi bisa meneliti jenis senjata yang dipakai. Di Indonesia, bukan tidak mungkin kasus2 tsb. melibatkan (langsung maupun tak langsung) oknum polisi/TNI sendiri mengingat hanya mereka yang (berhak) punya senjata. Lain kalau di negara barat dimana setiap orang bisa punya senjata secara bebas.

Kalau memang trend saat ini perampok hampir selalu memiliki senjata api, alangkah baiknya kalau rompi anti peluru juga tidak hanya dimiliki oleh polisi/TNI tapi juga disediakan untuk umum, misalnya dipakai oleh pengawal/satpam bank, nasabah bank, saudagar, dll. Jadi paling tidak hal ini bisa mengurangi jumlah korban meninggal akibat ditembak oleh penjahat. Hidup dan mati seseorang memang Tuhan yang menentukan, tapi kalau kita mati karena ditembak oleh penjahat atau perampok kok rasa2nya tragis sekali.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home